Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil
kelapa yang utama di dunia. Luas areal tanaman kelapa pada tahun 2009 adalah 3.853.421
ha dengan total produksi diperkirakan mencapai 3.310.185 ton pertahun yang
terdiri dari perkebunan rakyat, perkebunan besar Negara, dan perkebunan besar
Swasta Seumber Disbun Lampung Barat. Kelapa mempunyai nilai dan peran yang
penting baik ditinjau dari aspek ekonomi maupun sosial budaya.
Pemanfaatan buah kelapa umumnya hanya daging
saja untuk dijadikan kopra, minyak dan santan untuk keperluan rumah tangga,
sedangkan hasil sampingan lainnya seperti tempurung kelapa belum begitu banyak
dimanfaatkan. Bobot tempurung kelapa mencapai 12 % dari bobot buah kelapa.
Dengan demikian, apabila secara rata-rata produksi kelapa per tahun adalah
sebesar 3.310.185 ton maka berarti 397,222 ton tempurung yang dihasilkan.
Potensi produksi tempurung yang sedemikian besar belum seluruhnya termanfaatkan
sepenuhnya untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan nilai tambahnya.
Salah satu produk yang dibuat dari tempurung kelapa adalah pembuatan arang
tempurung kelapa. Yang pada selanjutnya dapat diolah menjadi arang
aktif. Jadi arang tempurung ini
merupakan bahan baku untuk industry arang aktif. Pembuatan arang
tempurung ini belum banyak yang melakukannya, padahal potensi bahan baku,
penggunaan dan potensi pasar cukup besar. Dari aspek tekhnologi, pengolahan
arang tempurung kelapa relative masih sederhana dan dapat dilaksanakan oleh usaha-usaha
kecil. Keterbatasan modal, akses terhadap
informasi pasar dan pasar yang terbatas serta kualitas serat yang belum
memenuhi persyaratan merupakan kendala dan masalah dalam pengembangan usaha
industry pengolahan tempurung kelapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar